Gambaran Keindahan Perjalanan Haji Ibnu Battuta 700 Tahun Lalu

Novie Fauziah, Jurnalis
Minggu 25 Agustus 2019 09:02 WIB
Ibnu Battuta melakukan ibadah haji 700 tahun lalu (Foto: Pinterest)
Share :

Seorang penjelajah muslim, Ibnu Battuta pada tahun 1326 memulai perjalanan spiritualnya menuju Kota Makkah. Sebelumnya ia sudah berada di Maroko. Lalu ia berangkat dari Maroko, melintasi Afrika Utara ke Kairo. Kemudian ia melanjutkan ke Yerusalem dan Damaskus, kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah dan Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

 

"Kami berangkat lagi pada malam hari dari lembah yang diberkati (disebut Marr) dengan hati penuh sukacita, untuk mencapai tujuan. Kami pergi dalam keadaan gembira, kemudian tiba di pagi hari di Kota Surety, Makkah (Allah Maha Besar memuliakannya)," tulis Ibnu Batutta menggambarkan perjalanan spiritual pergi haji di Makkah.

Sebelum mencapai Makkah, dia menghabiskan waktu selama empat hari di Madinah. Saat itu Ibnu Battuta sudah mengenakan pakaian ihram, yaitu kain putih yang menutupi badannya untuk memenuhi salah satu syarat pakaian ketika akan menunaikan ibadah haji.

Saat tiba di Makkah, dia mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali putaran. Kemudian mencium salah satu batu yang disucikan, Hajar Aswad, sambil berdoa.

"Kami datang ke Makkah kemudian memutari Kakbah dan mencium Hajar Aswad. Kami berdoa dan beribadah di Maqam Ibrahim, mendekatkan diri pada tirai Kakbah di Multazam yakni di antara pintu dan Batu Hitam (Hajar Aswad), di mana doa dikabulkan Sang Maha Kuasa. Kemudian kami meminum air Zamzam setelah berlari antara Safa dan Marwa, lalu kami mencari penginapan di sana. Di sebuah rumah di dekat Gerbang Ibrahim," kata Ibnu Battuta.

Ibnu Battuta mampu menggambarkan keindahan ibadah haji 700 tahun lalu. Perjalanan ibadah haji Ibnu Battuta ini menjadi tema yang sering diambil untuk pembuatan karya seni, puisi, dan prosa yang menceritakan tentang perjalanan yang berkaitan dengan haji.

Namun ibadah haji ini tak hanya digambarkan oleh Ibnu Battuta saja. Seorang ahli geografi Andalusia, Ibnu Jubayr hingga penjelajah Spanyol Ali Bey El-Abbassi pernah menggambarkan keindahan ibadah haji yang mengagumkan.

Teks-teks mengenai ibadah haji disusun dengan indah, begitu fasih dan deskriptif. Tak hanya menceritakan tentang sejarah ibadah haji. Namun juga tentang perubahan waktu ke waktu tiap tahunnya selama ibadah haji tersebut.

Seorang Profesor di American University of Sharjah, Dr Nuha Al-Sha'ar mengatakan, ada banyak literatur tentang perjalanan haji saat ini.

"Banyak yang mendokumentasikan perjalanan haji mereka. Oleh karena itu kami memiliki genre literatur perjalanan yang disebut‘ Al-Rihla Al-Hijaziyya ’- perjalanan ke Hijjaz untuk melakukan ziarah. Kami juga memiliki banyak akun perjalanan haji. Perjalanan Ibnu Battuta yang terkenal adalah yang pertama kali mendokumentasikan perjalanan ibadah haji di zaman modern," kata Dr Nuha.

Seperti dilansir About Islam, pada abad ke-14, seorang teolog dan penulis spiritual Ibnu Qayyim Al-Jawziyya meluncurkan sebuah tulisan berupa puisi yang berjudul The Journey of Love. Tulisan ini membahas perjalanan spiritual haji dan tantangan fisik yang dihadapi jamaah haji.

Puisi itu menggambarkan perjalanan Ibnu Qayyim Al-Jawziyya, Kakbah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Tawaf, juga teman-teman jamaah hajinya. "Anda melihat mereka, rambutnya berdebu dan acak-acakan," tulisnya.

"Namun mereka tidak pernah lebih puas daripada hari itu. Mereka tidak pernah merasa lebih bahagia, rela meninggalkan tanah air dan keluarga karena kerinduan suci. Mereka tidak tergerak untuk kembali. Melalui dataran dan lembah, dari dekat dan jauh. Berjalan dan berkuda hanya untuk untuk kepada Allah," tulis Ibnu Qayyim Al-Jawziyya.

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah paling penting bagi seorang Muslim. Ternyata perjalanan spiritual satu ini jiga menarik para penulis dari tempat lainnya seperti Eropa hingga Amerika Utara.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya