Dalam menjalankan gerakan pramuka, LDII memilih memberikan pelajaran tambahan untuk berorganisasi yang saat ini berbasis masjid. Jadi gerakan pramuka ini berbasis masjid.
LDII, ujar Eko, memilih gerakan pramuka untuk memberikan pelajaran tambahan untuk berorganisasi yang saat ini berbasis Masjid. "Pramuka di masjid itu sangat jarang, TPQ kami yang ada di masjid-masjid sudah kami instruksikan untuk menjadi gerakan wajib disela-sela belajar mengaji."
Seperti dilansir KR Jogja, pelatihan yang digelar diharapkan bisa menjadi sarana untuk memberikan pelatihan kepada tingkatan dibawahnya. Pramuka, terang Eko, mempunyai kurikulum dan tingkatan atau jenjang organisasi yang jelas dan sudah terprogram. Saat ini baru ada delapan Sakoda yang terbentuk.