Pengaruh teknologi membawa perubahan besar pada kehidupan manusia. Arus informasi yang tiada henti membuat kita tidak bisa lagi menyaring berita. Berita masuk ke kehidupan manusia tanpa henti, dan tak lagi mengenal waktu. Hal ini membuat manusia menjadi lebih mudah bosan. Kita selalu menginginkan hal baru, dengan tempo yang lebih cepat dan lebih masif.
Lina Sukijo, desainer busana Syari asal Batam yang juga dikenal dengan nama Madinah Syari ini memiliki perhatian khusus terhadap fenomena arus informasi ini. Desainer busana syari premium yang telah berkarya sejak tahun 2008 ini menggelar peragaan busana dengan tema Fashionaxy 3.0: The Newspaper. Show tunggalnya kali ini telah dilangsungkan di Four Points by Sheraton, Makassar, Minggu 25 Agustus 2019.
Menurut desainer yang telah memamerkan karyanya di berbagai panggung bergengsi seperti Dubai Modest Fashion Week, eksistensi koran cetak sebagai media informasi telah digeser oleh media online maupun sosial media.
Melalui show ini, Lina ingin mengapresiasi kiprah media cetak dan kontribusinya bagi banyak orang. Show ini menggambarkan kejayaan surat kabar yang dituangkan dalam karya fashion syari premiumnya dan juga sebagai refleksi perjalanan Lina Sukijo dalam empat segmen berbeda dengan total lebih dari 40 koleksi.
“Melalui fashion show Fashionaxy 3.0: The Newspaper ini, saya mengajak pecinta fashion untuk bersama-sama mengapresiasi kiprah media cetak lewat 45 karya yang saya tampilkan. Di sini saya menghadirkan berbagai hasil karya printing yang dikombinasikan dengan lukisan-lukisan sebagai pemanis sekaligus dilengkapi logo Lina Sukijo yang khas,” terangnya.
Sejak terjun dalam industri fashion pada 2008 lalu, Lina Sukijo memang dikenal unggul dengan desain busana syari-nya yang berkarakter. Selain gaya pleats atau lipit, Lina juga kerap menyuguhkan desain-desain bernuansa bold dan glamour, bertaburkan kristal Swarovski dan zipper YKK.