Sesampainya di Hotel Des Indes, Jakarta, Ki Bagus membuka tasnya di dalam kamar, seketika kamar beraroma harum karena aroma bekas tumpahan parfum atau minyak wangi dari botol yang tertembak peluru tadi. Ia mengamati tasnya, dua lapis kulit tas tersebut berlobang, terdapat botol minyak wangi yang pecah separuh akibat tembakan, dan beliau menemukan peluru bersarang nyaman di dalamnya.
Kabar tersebut didengar oleh Presiden Soekarno, lalu menghampiri dan bertanya kepada Ki Bagus : “Apa do’anya, Kangmas ?,” lalu Ki Bagus menjawab : “Bahwa do’a itu sendiri tidak mampu meraih kebahagiaan atau menangkis bencana. Do’a hanyalah permohonan, tetapi apabila Allah telah mengabulkan maka tiada seorangpun dapat menolak, dan jika Allah menolak permohonan itu maka tiada seorangpun yang kuasa menolongnya. Semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan takdir-Nya”.
Karena kejadian ini banyak orang mengira Ki Bagus memiliki ‘ajian-ajian’ yang bisa membuatnya kebal. Anggapan itu sungguh amat tidak benar, karena seperti yang disampaikannya kepada Soekarno, bahwa semua peristiwa dan nasib manusia tela diatur Allah dengan takdir-Nya. (a’n)
(Abu Sahma Pane)