Mandi wajib atau yang sering disebut juga dengan mandi junub adalah mandi yang bertujuan untuk menghilangkan hadas besar yang ada di diri seseorang, baik karena hubungan intim, keluarnya sperma, haid atau nifas.
Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Jika ia duduk di antara empat cabang (maksudnya dua tangan dan dua kaki) dan khitan menyentuh khitan maka ia wajib mandi."
Mandi junub atau mandi wajib dilakukan dengan cara mengalirkan atau menyiramkan air bersih ke suluruh tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Namun tidak hanya itu, mandi junub memiliki tata cara yang harus diikuti agar mandi tersebut menjadi sah.
Mari kita simak tata cara mandi junub atau mandi wajib sesuai sunah Rasul sebagaimana dikutip dari buku Fiqih Cinta Karya Abdul Aziz Ahmad:
1. Kewajiban-Kewajiban Mandi Junub
Yang pertama yaitu mencuci seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, sesuai dengan firman Allah SWT:
"... Dan jika kamu junub, maka mandilah,...".(QS al-Maidah:6).
Bagian yang susah mencucinya seperti bagian dalam mata, maka gugur kewajibannya. Sedangkan bagian yang tidak susah mencucinya maka wajib dicuci. Mencuci bagian dalam hidung dan mulut adalah bagian yang tidak susah mencucinya.
Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari nabi saw, beliau bersabda:
"Di bawah seluruh rambut adalah wilayah junub, maka basahilah rambut dan bersihkan kulit bagian luar."
Maksudnya adalah mandi wajib harus membersihkan seluruh bagian tubuh dengan air. Dari perintah-perintah syar'i tersebut, maka wajib mencuci semua bagian tubuh yang tidak susah dibersihkan seperti; pusar, kemaluan wanita yang nampak, di bawah cincin yang sempit, bagian luar telinga dan bagian tubuh di bawah ketiak.