Dalam hadits itu dengan tegas Nabi memerintahkan kepada umatnya untuk menyebarkan salam. Bukan hanya mengucapkannya, namun yang menjadi inti dari hadits di atas adalah spirit kandungan di dalam ucapan salam itu sendiri, apa saja? Sebagaimana variasi makna as-salam, dalam bahasa kita bisa bermakna damai, selamat, aman, atau sejahtera.
Masalahnya, ucapan "assalamualaikum..." dewasa ini cenderung hanya sebagai budaya, kebiasaan, atau formalitas sehari-hari. Bahkan mungkin tidak sedikit yang malah tidak mengetahui maknanya.
Tidak heran apabila seusai mengucapkan salam, ada sebagian orang yang dengan mudah menebarkan kebencian, caci maki, fitnah dan bahkan sampai melakukan kekerasan fisik yang tidak ada legitimasi dari ajaran agama.
Demikian ditulis Oleh M. Zidni Nafi, Penulis buku "Menjadi Islam, Menjadi Indonesia", sebagaimana dilansir dari NU Online dengan penyesuaian redaksi Okezone.
(Abu Sahma Pane)