Ketua Tim Pemetaan Radikalisme Mahasiswa di Universitas Jember, Akhmad Munir mengatakan, pemetaan ini dilakukan pada akhir tahun 2017 hingga awal tahun 2018.
Pemetaan berbeda dengan survei di mana teknik sampling-nya diatur secara ilmiah. Pemetaan ini hampir sama dengan sensus yang mendata mahasiswa dengan mengisi kuesioner yang sudah disediakan.
Angka 22 persen yang muncul, bukan mewakili dari keseluruhan total mahasiswa Universitas Jember, melainkan dari jumlah mahasiswa yang mengisi kuesioner.