SURAT Al Fatihah merupakan untaian doa yang paling Indah. Sampai-sampai Khidir AS dan Ilyas AS berdoa ribuan tahun agar bisa mendengar dan membaca doa atau ayat tersebut.
Allah pun mengabulkan doa mereka, di mana Nabi Muhammad SAW membacakan Al Fatihah dan menerangkan keistimewaannya. Kisah mereka berupaya mendengar ayat ini pun sangat panjang.
Yaitu suatu hari Nabi Muhammad SAW sedang duduk di dalam masjid, ketika itu tampak dua orang tampan dan berpenampilan bersih datang menghampirinya sambil memberi salam. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Dari mana kalian berasal?”
“Kami berasal dari masa yang sudah lama berlalu”, jawab mereka. “Sudah lama kami menyembah Allah dan kami telah mendengar untaian kata-kata yang lebih indah dari segala kata yang pernah ada. Dari seluruh Kitab Allah yang ada, untaian kata-kata ini disebutkan sebagai yang terindah, dan untaian kata-kata ini hanya akan muncul di akhir zaman, di dalam Kitab yang paling akhir muncul (yakni Alquran Karim). Jadi kami kemudian beribadah selama seribu tahun hingga Allah bertanya kepada kami berdua karunia apa yang bisa diberikan-NYA kepada kami. Kami memohon agar bisa mendengar untaian kata-kata indah itu, yakni surat Al Fatihah.”
Allah tidak menjawab mereka. Lalu mereka berdua kembali berdoa selama seribu tahun. Baru Allah menjawab mereka. Allah berkata, “Surat ini hanya Kuperuntukkan bagi Kekasih-Ku tercinta Muhammad SAW dan umatnya”.
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Kedua lelaki itu berdoa selama seribu tahun lagi hingga Allah kembali bertanya kepada mereka karunia apa yang bisa Dia berikan kepada mereka. Mereka menjawab, “Karena kami tak bisa dikaruniai Al Fatihah, mohon agar izinkan kami berdua hidup berusia panjang agar bisa menjadi bagian dari umat Rasulullah SAW, menyalaminya, dan mendengar pembacaan Surat Al Fatihah, walau hanya sekali saja. Sehingga kami kemudian wafat dalam keadaan puas/ridho”.
Kedua lelaki ini adalah Khidir AS dan Ilyas AS. Mereka kemudian bersyahadat kepada Nabi Muhammad SAW yang dengannya mereka merasa puas. Mereka tidak lagi menjadi nabi tapi “hanyalah” bagian dari umat Muhammad SAW. Mereka memohon agar Nabi berkenan membacakan Al Fatihah.
Rasulullah SAW kemudian membacakan surah Al Fatihah untuk mereka berdua. Kemudian mereka berdua membacanya bersama Nabi Muhammad. Lalu mereka semua bersama-sama mengucapkan “Amiin” yang artinya “Duhai Allah, mohon terimalah doa kami…”
Mereka kemudian bertanya, “Duhai Rassulullah, apakah balasannya membaca Al Fatihah?”
“Jika saja Allah mengaruniaiku kehidupan hingga akhir masa, maka tidaklah cukup untuk mengatakan kepadamu semua manfaatnya (semua kebaikan yang akan kita terima karena membaca surah Al Fatihah, penerj.)”, jawab Nabi Muhammad SAW.
“Jadi, aku akan mengatakan kepadamu manfaat dari mengucapkan Amiin.”
“Alif tertulis pada Arsy Allah.
Mim ada pada kaki dari Kursi-NYA.
Yaa ada pada Lawhul Mahfudz.
Nun ada pada Pena (Kalam).”
“Mohon ceritakan lebih banyak lagi”, kata kedua lelaki itu.
“Alif tertulis di kening Israfil AS.”
“Mim tertulis di kening Mikail AS.”
“Yaa tertulis di kening Jibril AS.”
“Nun tertulis di kening Izrail AS.”
Siapa saja yang mengucapkan Amiin” akan mendapat manfaat dari keempat malaikat tersebut.
“Mohon ceritakan lebih banyak lagi”, kata mereka berdua.
“Alif tertulis di dalam Taurat.
Mim tertulis di dalam Zabur.
Yaa tertulis di dalam Injil.
Nun tertulis di dalam Alquran.
Siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam mengucapkan “Amiin” setelah pembacaan Al Fatihah, maka seolah-olah dia telah membaca Keempat Kitab Suci itu”.
“Kalian mau yang lebih lagi?”
“Ya…” jawab mereka.
“Alif tertulis di kening Sayyidina Abu Bakar RA.
Mim tertulis di kening Sayyidina Umar RA.
Yaa tertulis di kening Sayyidina Utsman RA.
Nun tertulis di kening Sayyidina Ali RA.
Siapa saja yang mengucapkan “Amiin” akan mendapat manfaat dari Keempat Sahabat ini”.
Kedua lelaki baru saja akan berdoa memohon agar Allah mencabut nyawa mereka sebagaimana yang mereka kehendaki apabila keinginan mereka sudah mereka peroleh, ketika Nabi SAW menghentikan maksud mereka. Beliau SAW berkata “Allah telah mengaruniai kalian usia yang panjang dan kekuatan khusus. Umatku lemah dan mereka membutuhkan kalian.”
Kemudian Allah mengaruniai mereka usia yang panjang untuk berkhidmat kepada Umat Sayyidina Muhammad SAW. Ilyas AS di daratan, Khidir AS di lautan.
Demikian dikutip dari Laduni.id sebagaimana ditulis oleh Hajjah Anne Aminah Adil al-Haqqani. Istri dari maulana syaikh Naziem Adil al Haqqoni.
Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.
(Abu Sahma Pane)