Allah telah berfirman, "Dan, sungguh Kami telah menciptakan rasi-rasi bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang-(nya)." (Al-Hijr: 16)
"Demi langit yang mempunyai rasi-rasi bintang". (Al-Buruj: 1).
Rasi bintang atau zodiak (burj, buruj) adalah kumpulan bintang yang berjumlah dua belas dan masing-masing mempunyai bentuk tertentu. Karena revolusi bumi mengelilingi matahari yang memakan waktu selama setahun matahari (365 hari), posisi matahari saat terbit dan terbenam menjadi berubah setiap bulan. Oleh sebab itu, satu tahun matahari dibagi menjadi dua belas rasi dan dua belas bulan.
Rasi bintang di langit adalah jalan yang bersifat statis dan sudah ditentukan bagi planet-planet, di mana planet tidak bisa menyimpang dari jalan itu.
Jalan itu bukanlah jalan yang acak-acakan, tetapi saling terkait dalam hal keteraturan dan kekukuhan, seperti tekstil yang dipintal dengan sangat kuat dan rapi,dan dilewati dengan tujuan tertentu yang jelas.
Allah berfirman, "Masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin: 40). Artinya, setiap planet dan bintang mempunyai awal dan akhir perjalanan sesuai garis edarnya.
Disebabkan oleh jarak antara planet-planet dan bintang-bintang sangat jauh, harus dibuat suatu sistem koordinat yang bisa dipergunakan untuk menentukan letak bintang-bintang pada bola langit secara tepat dan konstan.
Sebagaimana bumi yang memiliki garis khatulistiwa, lintang, dan bujur, bola langit pun harus memiliki garis-garis itu semua.
Manusia bisa melihat dengan mata telanjang sekitar enam ribu bintang di langit pada saat cerah. Manusia sejak zaman dahulu telah berupaya mengenali bintang-bintang dan menggambar peta langit untuk menentukan posisi bintang-bintang.
Rasi bintang merupakan gugusan bintang yang bisa membantu manusia untuk menentukan arah, seperti bintang Kutub Utara (Northern Pole Star) yang bisa membantu menentukan arah utara.
Rasi-rasi bintang juga memerankan peran penting untuk membuat langit menjadi indah dan terang pada waktu malam. Kalau bukan karena rasi-rasi bintang, tentu langit menjadi gelap gulita.
(Dyah Ratna Meta Novia)