Pada masa sahabat Rasulullah SAW, mereka hanya tahu bahwa matahari terbit dari sisi sebuah bukit dan terbenam dari sisi yang lain. Namun, sains modern kemudian membuktikan bahwa setiap negeri memiliki tempat terbit dan terbenamnya sendiri-sendiri.
Matahari, misalnya, di daerah kita terbit dari sisi bukit. Lalu, setelah beberapa menit, matahari terbit di negeri yang lain. Setelah beberapa menit lagi, matahari pun terbit di negeri yang lain. Begitulah seterusnya. Begitu pula yang terjadi dengan fenomena terbenam.
Semua itu menunjukkan bahwa matahari mempunyai tempat-tempat untuk terbit dan terbenam. Hal inilah yang menjadikan azan salat dikumandangkan terus-menerus di bumi sepanjang siang dan malam selama 24 jam. Azan berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya karena bumi berputar pada porosnya selama 24 jam sekali dan lingkup bumi dibagi menjadi 360 derajat garis bujur.
Waktu yang dibutuhkan bumi untuk berputar mengelilingi matahari, dari satu garis bujur ke garis bujur berikutnya, adalah 4 menit.