Indahnya Makna Surat Maryam, Berikut 5 Pelajaran yang Bisa Dipetik

Fadhilah Annisa, Jurnalis
Kamis 12 Desember 2019 17:43 WIB
Kandungan Surat Maryam
Share :

Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Alquran. Surat ini dinamai Maryam karena mengandung kisah ibu Nabi Isa alaihis salam, yaitu Maryam. Kandungan surat Maryam menunjukkan tentang kekuatan dan harapan yang sangat besar bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, cobaan iman atau kekecewaan.

Surat Maryam dipenuhi dengan hikmah bagi umat islam yang ingin memperkuat hubungan mereka dengan Allah. Dilansir dari laman Muslim Girl, Kamis (4/12/2019), berikut lima pelajaran yang bisa diambil dari Surat Maryam.

1. Allah tidak akan meninggalkan hambanya

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (19:23-25).

Maryam, meninggalkan keluarganya untuk tinggal sendirian. Dia memilih kehidupan untuk berdoa, refleksi dan pengabdian penuh kepada Allah. Lalu malaikat Jibril datang kepadanya dan membawa berita tentang kehamilannya, Maryam takut dengan apa yang akan dipikirkan oleh masyarakat dan bagaimana dia bisa melakukan ini sendirian.

Dia melahirkan tanpa bantuan teman ataupun saudara. Saat ia merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan, dia merindukan kematian dan belas kasihan Allah yang tak terbatas. Maryam merasa ini seperti kekalahan, maka Allah menuntunnya ke sungai dan pohon kurma untuk memuaskan dahaga dan menyehatkan tubuhnya. Maryam tidak sendirian dan dihargai karena kekuatan, keberanian dan ketergantungannya kepada Allah.

2. Allah mengirimkan tanda kepada kita

Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (19:21)

Ketika Maryam mempertanyakan bagaimana dia bisa bersama anaknya padahal dia belum pernah disentuh oleh laki-laki manapun, dia takut bagaimana masyarakat akan memperlakukannya.

Dia taat dan taat seumur hidupnya, tapi sekarang dia takut akan reputasi yang kotor dan perlakuan kasar dari orang lain. Allah berjanji kepadanya sebuah tanda yang akan membelanya dari kekerasan masyarakat sementara juga menunjukkan cinta Allah pada pengabdian dan taqwa Maryam, atau kesadaran Tuhan.

Tidak masalah cobaan yang kita hadapi dalam hidup ini, Allah akan selalu menunjukkan cinta dan belas kasih yang terwujud dalam cara yang tak terduga.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya