Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, waktu berdoa yang tidak pernah ditolak adalah ketika hujan dan azan berkumandang.
"Iya betul ketika hujan dan azan. Itu ada hadistnya," kata Ustadz Asroni saat dihubungi Okezone, Rabu (8/1/2020).
Hadist yang menjelaskan tentang mustajabnya doa saat hujan dan adzan yaitu:
ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ
Artinya: "Dua doa yang tidak pernah ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan." (HR. Hakim).
Ia melanjutkan, selain di dua waktu tersebut ada banyak waktu-waktu yang mustajab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, antara lain.
1. Doa di antara adzan dan iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَيُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلآذَانِ وَاْلإِقَامَةِ
Artinya: "Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi)
2. Pada waktu bangun tidur saat malam hari
Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.
مَا مِنْ عَبْدٍ بَاتَ عَلَى طُهُوْرٍ ثُمَّ تَعَارُ مِنَ اللَّيْلِ فَسَأَلَ اللَّه مِنْ أَمْرِالدُّنْيَا اَوْ مِنْ أَمْرِ اْلآخِرَةِإِلاَّ أَعْطَاهُ
Artinya: "Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya." (Sunan Ibnu Majah).