Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji Bikin Sekjen MUI Teringat Masa Kecil

Novie Fauziah, Jurnalis
Jum'at 10 Januari 2020 14:59 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Share :

BARU-BARU ini beredar di dunia maya foto surat edaran berstempel Bupati Demak, tentang imbauan kepada warganya untuk untuk mensukseskan Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji.

Imbauan dalam surat edaran tersebut dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menyikapi imbauan Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengatakan, dirinya justru teringat suasana religius sewaktu dirinya masih kecil.

Kata dia, kala itu para orangtua meminta anak-anaknya untuk menghentikan aktivitas menjelang magrib. "Dulu sewaktu saya kecil, anak-anak dilarang oleh orangtua untuk bermain menjelang magrib. Pada waktu tersebut anak-anak diminta mandi. Begitu juga dengan anggota keluarga, kemudian bersiap-siap untuk salat magrib berjamaah di masjid, atau musala atau di rumah dengan anggota keluarga," katanya kepada Okezone.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Anwar menuturkan, imbauan tersebut adalah hal yang positif untuk dilakukan. Selain itu, ia menilai imbauan dalam surat edaran itu bertujuan untuk mengkondisikan masyarakatnya agar selalu mengingat Allah SWT dan senantiasa menjalankan ibadah serta belajar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya