Ketika ditangkap, kelompok esktrimis diperlakukan dengan murah hati dan lembut. Pangeran Saud Al-Faisal mendekati Juhayman dan bertanya kepadanya mengapa ia melakukan tindakan ini. Juhaiman Al-Otaibi, pemimpin kelompok ekstrimis tersebut menjawab, “Itu gerakan setan.”
Pangeran juga bertanya kepadanya apakah dia mengeluh tentang sesuatu atau menginginkan sesuatu. Juhayman menunjuk ke luka kecil di kakinya dan meminta air.
Hari-hari yang mencekam, kumandang azan indah nan merdu dari Masjidil Haram yang tidak pernah terdengar dalam beberapa hari akhirnya berakhir. Insiden itu, berlangsung selama dua minggu, merenggut lebih dari 100 nyawa.
(Dyah Ratna Meta Novia)