PEMERINTAH Arab Saudi kembali mengumumkan bahwa jumlah pasien yang positif terjangkit virus korona COVID-19 berjumlah 24 orang. Sebelumnya pada Selasa (10/3) pemerintah setempat mengumukan 20 orang terjangkit dan kini bertambah 4 orang.
Dilansir dari laman Al Arabiya, Kamis (12/3/2020), kebanyakan dari mereka yang positif, yaitu setelah mengunjungi negara-negara terjangkit maupun kontak langsung dengan pasien COVID-19. Berikut ini lima pasien positif virus korona atau COVID-19 yang berada di Arab Saudi, yaitu di antaranya:
1. Seorang laki-laki yang baru pulang dari Irak.
2. Sama seperti laki-laki di atas, seorang perempuan positif korona setelah dari Irak.
3. Seorang pria paruh baya positif korona di wilayah Al Qatif dan telah kembali ke Iran.
4. Seorang anak gadis berusia 12 tahun positif COVID-19 setelah kontak langsung dengan kakeknya (red. nomor 4).
5. Kelima adalah 21 pasien adalah warga negara Mesir yang melakukan kontak langsung dengan penumpang terinfeksi dan terdeteksi COVID-19 pada Rabu, 11 Maret 2020 kemarin.
Pemerintah Arab Saudi terus berupaya mendeteksi warganya maupun pendatang yang ada di sekitar wilayahnya, mencegah adanya penularan COVID-19 lebih luas.
"Ini membawa jumlah total infeksi menjadi 45 kasus, satu telah pulih dan sisanya dalam karantina dan perawatan medis diberikan kepada mereka sesuai dengan prosedur yang disetujui," kata kementerian kesehatan dalam postingannya di tweet.
Para pasien tersebut memang tidak menunjukan gejala COVID-19 secara signifikan, seperti demam biasa, batuk yang tidak parah dan tidak mengalami sesak nafas seperti korban-korban di beberapa negara lainnya.
Lebih lanjut, pemerintah pun mengambil langkah-langkah untuk memerangi virus korona yang mulai memasuki wilayahnya, yakni dengan cara menerapkan beberapa mekanisme. Misalnya, pada 11 Maret 2020 kemarin mereka menutup sementara semua bioskop, hingga pemberitahuan selanjutnya bahwa COVID-19 sudah dinyatakan aman.
Kemudian, keduataan besar Arab Saudi di Uni Emirate Arab (UEA) dan Bahrain pada 10 Maret lalu memberikan kepada warga Saudi yang berada di kedua negara tersebut, jika ingin kembali ke rumah atau ke tempat asalnya. (pulang kampung)
Selanjutnya dilansir situs Saudi Gazzate, sejak 9 Maret 2020 lalu, sementara pemerintah juga menangguhkan penerbanagan ke beberapa negara yang dikhawatirkan sebagai daerah terjangkit virus korona, di antaranya Prancis, Jerman, Turki, Spanyol, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Suriah, Irak, Mesir, Italia, dan Korea Selatan.
Peraturan ini juga berlaku bagi para pendatang dari negara-negara tersebut, baik turis mauoun waraga negara Arab Saudi sendiri.
Kementerian setempat pun meminta semua orang untuk menghubungi Pusat Layanan 937, bagi yang ingin mengajukan pertanyaan tentang virus korona. Hal ini sekaligus menekankan, bahwa informasi terkait COVID-19 harus berasal dari sumber resmi dan tidak percaya kepada rumor sembarangan.
Kementerian menyatakan bahwa pihaknya menyediakan semua informasi dan saran tentang penanganan virus melalui media sosial dan juga oleh dokter spesialis melalui No. 937.
(Fahmi Firdaus )