Di tengah wabah virus corona banyak masyarakat yang mengalami kesulitan secara ekonomi. Termasuk para guru ngaji, dai, ustadz, hingga marbot tak bisa beraktivitas, tak bisa mengajar untuk mencari nafkah.
Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, sebenarnya para guru ngaji, ustadz, dai, juga marbot masjid mengalami kesusahan seperti rakyat kecil lainnya di tengah wabah corona.
Oleh karena itu, tak henti-hentinya Ustadz Ainul Yaqin menyerukan agar umat Islam yang berkelebihan membantu para guru ngaji, dai, ustadz, marbot masjid yang kesulitan ekonomi di tengah pandemi corona.
"Untuk menolong guru ngaji, dai, marbot yang kesusahan jangan menunggu pemerintah. Islam sudah mengajarkan kita saling menolong dan meringankan beban," kata Ustadz Ainul Yaqin belum lama ini.
"Sejatinya berbagi, bersedekah tidak perlu menunggu bantuan sosial atau pemerintah. Kita bisa sisihkan rezeki untuk para guru ngaji yang kesusahan," imbuhnya.
Bersedekah kepada guru ngaji, mubaligh, ustadz, marbot pahalanya banyak. Sebab ini adalah amalan mulia yang disukai Allah SWT. Apalagi mereka merupakan para pejuang di jalan Allah.
Perhatian untuk para guru ngaji
Rupanya sedikit demi sedikit sudah mulai ada kepedulian terhadap para guru ngaji. Meskipun hal ini harus semakin digalakkan.
NU Depok Peduli COVID-19 melalui satuan tugas Ranting NU kelurahan Tanah Baru memberikan bantuan sembako kepada sejumlah warga yang terdampak pandemi virus corona. Sasaran utamanya guru ngaji di Kelurahan Tanah Baru.
“Bantuan kita fokuskan kepada mereka, terutama yang masuk kategori fisabillah. Mereka ini pejuang agama, pokoknya yang masuk kategori kaum duafa kita akan kasih selama masih ada,” kata Ketua Tanfidziyah Ranting NU Tanah Baru, Beji, Depok, Ustadz Matalih.