Hikmah Corona dalam Ramadhan: Menjauh dari Manusia Mendekat ke Sang Pencipta

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Jum'at 24 April 2020 11:39 WIB
Sekretaris Lembaga Dakwa Khusus PP Muhammadiyah Faozan Amar. dok.Pribadi
Share :

Oleh Faozan Amar

Pokok-pokok ajaran agama Islam terdiri dari aqidah, ibadah/akhlak, dan muamalah. Kesemuanya mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablu minallah) Sang Pencipta, hubungan dengan sesama manusia (hablu minannas), dan hubungan dengan dirinya sendiri.

Aqidah; aqoda, aqidatan berarti: simpul, janji, kokoh, akad, yakni akad dan perjanjian kita dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah. Itulah yang disebut dengan dua kalimat syahadat. Bersifat mutlak dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

Aqidah merupakan sekumpulan nilai-nilai, prinsip, dan cita-cita hidup yang bersumber dari Alquran dan Sunah yang diyakini secara mendalam sehingga menjadi dasar serta mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.

Ibadah; ‘abada, ya’budu, ‘ibadatan, yang berarti mengesakan, beribadah, menyembah, dan mengabdi kepada Allah SWT. Ibadah juga dapat berarti: ta’at, tunduk, menurut, mengikut, dan juga dapat diartikan do’a. Ibadah merupakan masalah terpokok dalam ajaran agama Islam, karena hakikat diciptakannya manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS: Al-Dzariyat : 56).

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Sedangkan muamalah dari kata amala, yuamilu ; bergaul, berbisnis, berhubungan dengan orang lain. Jadi muamalah adalah hubungan manusia dengan manusia atau tingkah laku manusia antar sesama manusia. Muamalah merupakan ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan msyarakat

Inti dari ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah (taqarub), supaya kita bisa menjadi orang bertaqwa, seperti halnya tujuan berpuasa, yakni dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya (QS. Al Baqrah; 183). Dengan bertaqwa itulah, maka kita akan menjadi orang yang paling mulia disisi Allah (QS. Al Hujurat ;13).

Dalam keadaan pandemi virus corona (COVID-19) seperti sekarang, puasa Ramadhan 1441 H tahun ini menjadi spesial karena berbeda dengan bulan Ramadhan tahun sebelumnya. Ritual keagamaan yang menyertai ibadah-ibadah Ramadhan tak semeriah seperti biasnya. Tak ada lagi tadarus Alquran bersama, ngabuburit dengan jalan-jalan atau kumpul di sore hari menjelang berbuka, buka bersama, Sholat Tarawih berjamaah, kuliah subuh, dan kegiatan lainnya yang menghadirkan banyak orang.

Puasa kali ini Muslim tetap ingin selalu mendekatkan diri kepada Allah tapi dengan menjauhi sesama manusia. Kebijakan pemerintah tentang social and physical distancing sampai kepada pembatasan sosial berskala bersar (PSBB), menyebabkan ibadah Ramadhan berbeda dengan ibadah Ramadhan sebelumnya. Semuanya bermuara pada mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Puasa mengajarkan Muslim untuk berdisiplin dengan tidak makan dan minum sejak terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (maghrib), tidak melakukan hubungan suami-istri, tidak berkata yang kotor, ghibah, dan lain-lain selama satu bulan.

Semestinya disiplin tersebut membekas dengan baik dan bisa dipraktikan berbarengan dengan menjauhi kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika terpaksa keluar rumah, dan tetap di rumah saja.

Sehingga puasa bisa menjadi salah satu benteng pertahanan dalam melawan wabah COVID-19 ini. Maka melalui puasa ini, yang bermakna menahan (imsyak), semestinya Muslim pun juga mampu menahan diri tidak keluar rumah dengan tetap di rumah saja (stay at home), agar terhindar dari wabah virus corona.

Pada bulan Ramadhan yang mulia dan penuh dengan keberkahan ini, tidak lupa marilah berdoa kepada Sang Pencipta agar wabah corona segera berlalu. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Wallahulam.

Penulis merupakan Dosen Ekonomi Islam FEB UHAMKA dan Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya