Puasa mengajarkan Muslim untuk berdisiplin dengan tidak makan dan minum sejak terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (maghrib), tidak melakukan hubungan suami-istri, tidak berkata yang kotor, ghibah, dan lain-lain selama satu bulan.
Semestinya disiplin tersebut membekas dengan baik dan bisa dipraktikan berbarengan dengan menjauhi kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika terpaksa keluar rumah, dan tetap di rumah saja.
Sehingga puasa bisa menjadi salah satu benteng pertahanan dalam melawan wabah COVID-19 ini. Maka melalui puasa ini, yang bermakna menahan (imsyak), semestinya Muslim pun juga mampu menahan diri tidak keluar rumah dengan tetap di rumah saja (stay at home), agar terhindar dari wabah virus corona.
Pada bulan Ramadhan yang mulia dan penuh dengan keberkahan ini, tidak lupa marilah berdoa kepada Sang Pencipta agar wabah corona segera berlalu. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Wallahulam.
Penulis merupakan Dosen Ekonomi Islam FEB UHAMKA dan Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah
(Abu Sahma Pane)