Memahami Ulang Makna Kesalehan Sosial

, Jurnalis
Minggu 17 Mei 2020 04:01 WIB
Memahami Ulang Makna Kesalehan Sosial (Foto: Mydonate)
Share :

Penafsiran tersebut memang tidak salah, tetapi terasa kurang khususnya di era pandemi sekarang. Apa yang dilakukan dalam bentuk bantuan atau santunan pada dasarnya masih berpusat pada individu. Yang tampil ke permukaan lebih merupakan keteladanan orang per orang yang budiman, bukan solidaritas masyarakat secara keseluruhan.

Kalau mau menerjemahkan kesalehan sosial sebagai solidaritas sosial, maka kiranya kita perlu menaikkan makna sosial ke ranah yang lebih struktural. Yang harus didorong bukan hanya kedermawanan, melainkan perjuangan untuk mengubah tatanan agar lebih berkeadilan. Hasil akhir yang diharapkan adalah terciptanya kesetaraan sosial dalam masyarakat.

(Baca Juga : Mbah Moen: Kebangkitan Islam akan Datang dari Negara Penghasil Biji-bijian)

Untuk mengerti kompleksitas kata sosial dalam istilah kesalehan sosial, barangkali kita perlu menengok literatur filsafat politik. Dalam The Human Condition (1958), misalnya, Hannah Arendt mewanti-wanti adanya kemerosotan makna “yang sosial” (the social) dalam masyarakat modern.

Di tengah agresi rezim administratif dan nalar instrumental negara-negara industrial, kata Arendt, arti yang sosial mengalami perpisahan dari politik. Ia kemudian lebih merujuk pada relasi-relasi antar individu, tidak jarang bersifat transaksional, yang tidak bersinggungan dengan kehidupan publik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya