Tren Pengajian Online Pasca Covid-19

, Jurnalis
Senin 18 Mei 2020 03:41 WIB
Share :

Saya ingat betul, dulu kedua orangtua saya rutin mendengar pengajian pagi selepas shubuh dari satu stasiun radio AM. Uniknya mereka membawa radio sendiri-sindiri. Ibu saya menyetel sambil klutak-klutik di dapur.

Radio ini tidak pernah diputer ke gelombang lain dan memang sudah tidak pernah digunakan anak-anaknya. Sekali menyalakan radio, sudah langsung bunyi pengajian. Sementara Abah saya (alm) menyetel pengajian di depan rumah sambil menyeruput kopi dan siap-siap berangkat ke pasar. Pengajian yang disetel adalah rekaman ceramah Kyai Asrori al-Ishaqi, guru mursyid Thoriqah Qadiriyah Naqsyabandiyah, melanjutkan Abahnya Kiai Utsman al-Ishaqi.

Yang ingin saya ceritakan di sini, memang ada beberapa orang yang konsisten dan sangat hobi mendengarkan pengajian dengan berbagai sarana: bisa radio, bisa TV dan sekarang sudah bergeser dari media elektronik ke media online berbasis internet. Ada beberapa platform media digital yang dipilih: bisa di YouTube, Facebook ataupun yang sekarang lagi ramai di Instagram.

(Baca Juga : Bagaimana Hukum Ngaji Online? Begini Jawaban Gus Baha)

Sebagian besar juga multipalform, satu pengajian dishare ke semua akun medsos. Saya sering secara sengaja mengikuti pengajian berapa ustad online ini, dan peminatnya lumayan ada yang sampai menyentuh angka Rp1.000 sekali live di satu palatform media sosial. Ini pun nanti bisa disaksikan ulang setelah pengajian berakhir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya