Nah, sejauh mana nanti pengajian-pengajian online dari majelis taklim atau pesantren tertentu ini diminati, atau berapa besar apa viewer-nya atau atau jamaahnya tentu sangat tergantung dengan massa yang dibidik, cara promosinya, serta urusan teknis liannya, termasuk bagaimana pemilihan tema-tema yang dibutuhkan atau diminati dan waktu yang pas untuk menyampaikan pengajian itu.
Beberapa pengajian khusus memang tidak membidik jumlah viewer tapi merawat dan memberikan materi pengajian rutin kepada jamaahnya atau alumninya saja. Tentu ini pilihan-pilihannya.
Ada ustadz yang bahkan setiap hari di luar bulan Ramadhan bisa live pengajian empat kali: Selepas subuh, jam istirahat siang, sore pulang kerja dan waktu malam menjelang tidur. Peminatnya kira-kira 300-an orang yang kalau berjejer di satu masjid ya sudah penuh.
Memang aktivitas rutin sang ustadz ya seperti itu. Sambil live pengajian dia juga bertindak sebagai semacam brand ambassador beberapa unit usaha ekonomi yang didukung oleh rekan-rekan pemodal di luar, termasuk jamaahnya. Jadi sambil pengajian, ia mempromosikan produknya, dari mulai travel, resto, catering, percetakan, atau apapun.