Lebaran di tengah pandemi memang baru kali ini terjadi. Butuh banyak penyesuaian agar semua selamat dan bahagia di hari nan fitri. Salah satu hal penting yang tak boleh dilupakan adalah hindari salaman apalagi cipika cipiki.
"Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun "cipika-cipiki"," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (22/5/2020).
Hingga Kamis 21 Mei, kasus covid-19 masih terus bertambah di Indonesia. Gugus Tugas Covid-19 mencatat, 20.162 positif terinfeksi corona, 4.838 orang sembuh dan 1.278 di antaranya meninggal dunia. Wilayah Jawa Timur menjadi salah satu kawasan dengan jumlah kasus positif tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Per Kamis 21 Mei, terdapat 2.998 orang positif corona di Jatim.
Khofifah yang juga menjabat ketua umum PP Muslimat NU itu mengingatkan kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Alhasil, tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran juga sebaiknya dihindari.
Khofifah mengatakan, tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan tetap dapat terjalin ditengah situasi pandemi ini. Sebagai gantinya, lanjut dia, masyarakat bisa melakukannya dengan telepon, WhatsApp, SMS, video call, dan lain sebagainya.