HAMPIR 3 bulan lamanya, sejumlah negara, termasuk Indonesia menghentikan sementara waktu pelaksanaan sholat Jumat di masjid. Tujuannya, untuk mencegah penularan wabah virus corona (Covid-19). Tak sedikit pula masyarakat yang merasa sedih, karena tidak Jumatan dengan jangkan waktu yang cukup lama.
Salah satunya adalah composer musik asal Kota Bandung, Jawa Barat Muhammad Hafidz. Ia merasakan dampak yang sangat besar terhadap pola hidupnya, yakni ketika tidak melaksanakan sholat Jumat, hidupnya terasa hampa.
"Perbedaan yang saya rasakan, awal-awal masih merasa hampa karena biasanya hari Jumat jam 10-11 pagi sudah siap-siap mandi, lalu berangkat sholat Jumat. Sekarang hari Jumat jadi tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Hampa, " katanya saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Baca juga: Kewajiban Salat Jumat Tertulis di Dalam Alquran
Selain itu, Hafidz biasa mulai bekerja pada malam hari dan tidur setelah Subuh, kemudian ketika Jumat biasanya ia dibangunkan sekitar pukul 10 pagi untuk bersiap Jumatan akibatnya sekarang sering bangun terlambat.
"Saya yang biasa kerja malam, dan mulai tidur setelah matahari terbit. Di hari Jumat yang biasanya dibangunkan sekitar jam 10, sekarang suka jadi bablas bangun jam 12 atau jam 1 siang," terangnya.
Oleh karena itu, Jumat merupakan salah satu hari yang cukup berarti bagi Hafidz. Sebab hal tersebut mempengaruhi pola hidupnya, di mana saat hari Jumat ia tidak banyak tidur namun fokus ibadah atau melaksanakan sholat Jumat.
Baca juga: Habib dan Adab terhadap Keturunan Nabi Muhammad
"Dengan adanya kondisi ini saya jadi sadar satu hal, kalau ibadah sholat Jumat itu juga jadi suatu hal yang bisa memperbaiki pola hidup untuk lebih disiplin. Setidaknya seminggu sekali, terutama untuk saya pribadi yang selalu kerja malam, tidur pagi karena sholat Jumat harus dilaksanakan secara berjamaah, tidak bisa sendiri-sendiri seperti sholat fardhu," pungkasnya.
(Rizka Diputra)