Adakah Sholat Sunah Qabliyah Jumat, Begini Penjelasannya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 330 2451700 adakah-sholat-sunah-qabliyah-jumat-begini-penjelasannya-RuTP2Xf6Ve.jpg Adakah sholat qabliyah Jumat. (Foto: Freepik)

SHOLAT qabliyah Jumat apakah memang ada dan dianjurkan. Pertanyaan ini masih muncul di tengah-tengah kaum Musimin. Ustaz Sofyan Ruray pun mengatakan bahwa pendapat yang kuat insya Allah, tidak ada qabliyah Jumat. Namun ada sholat sunah muthlaq yang dikerjakan semampunya sebelum imam sholat atau khatib datang. Sementara khatib disunahkan datang pada waktunya dan langsung memulai khutbah.

Rasulullah SAW bersabda, 

مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى ما قُدِّرَ له، ثُمَّ أنْصَتَ حتَّى يَفْرُغَ مِن خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي معهُ، غُفِرَ له ما بيْنَهُ وبيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى، وفَضْلُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ

“Barangsiapa mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at, lalu sholat sesuai yang dimampukan untuknya, kemudian ia diam sampai imam selesai khutbah, kemudian ia sholat bersama imam, maka akan diampuni dosanya antara Jum’at itu sampai Jum’at berikutnya, ditambah tiga hari.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Baca Juga: Bangun Positioning Produk Meneladani Personal Branding Nabi Muhammad SAW Jujur Berniaga

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata, 

جَمَاهِيرُ الْأَئِمَّةِ مُتَّفِقِينَ عَلَى أَنَّهُ لَيْسَ قَبْلَ الْجُمُعَةِ سُنَّةٌ مُؤَقَّتَةٌ بِوَقْتٍ، مُقَدَّرَةٌ بِعَدَدٍ، لِأَنَّ ذَلِكَ إنَّمَا يَثْبُتُ بِقَوْلِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، أَوْ فِعْلِهِ

“Mayoritas ulama sepakat bahwa tidak ada sebelum Jum’at sholat sunah yang ditetapkan waktunya serta ditentukan jumlah raka’atnya, karena penentuan itu harus ditetapkan dengan ucapan dan perbuatan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.” [Al-Fatawa Al-Kubro, 2/351]

Juga pendapat yang paling kuat insya Allah, sholat sunah muthlaq sebelum Jum’at, boleh dilakukan di waktu terlarang, yaitu saat matahari tepat berada di tengah, sebelum mengarah ke arah Barat, karena dalam hadits yang mulia di atas dianjurkan sholat sampai imam/khatib datang.

Baca Juga: Renungan Malam, Tiga Waktu Penyesalan yang Terlambat untuk Manusia Sesali

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, 

يوم الجُمُعة الصَّواب أنه ليس فيها وقتُ نهي عند الزوال؛ لأنَّ الرسول صلَّى اللهُ عليه وسلَّم شرَعَ للناس إذا دخلوا المسجد أن يصلُّوا ما قدَّر الله لهم

“Pendapat yang benar, hari Jum’at tidak ada waktu terlarang saat menjelang tergelincir matahari ke arah Barat, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mensyari’atkan untuk manusia apabila masuk masjid hendaklah melakukan sholat sebanyak yang Allah mampukan untuk mereka.” [Majmu’ Al-Fatawa, 10/436]

Dan ketika seseorang terlambat menghadiri khutbah Jum’at, maka sholat sunnah tahiyyatul masjid tetap dilakukan walau khatib sedang berkhutbah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sahabat yang Mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berkata, 

جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَجَلَسَ، فَقَالَ لَهُ “يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا” ثُمَّ قَالَ : “إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا”

“Sulaik Al-Ghothofani datang ke masjid pada hari Jum’at ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sedang berkhutbah, ia pun langsung duduk. Maka beliau bersabda kepadanya: Wahai Sulaik, berdirilah, lalu sholatlah dua raka’at dan ringankanlah sholatmu. Kemudian beliau bersabda: Jika seorang dari kalian datang ke masjid pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah maka hendaklah ia melakukan sholat (tahiyyatul masjid) dua raka’at, dan hendaklah ia meringankan sholatnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Sementara itu pertanyaan lainnya yakni adalah sholat sunah badiyah Jumat? 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُصَلِّيًا بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

“Barangsiapa diantara kalian mau melakukan sholat sunnah setelah Jum’at, hendaklah ia sholat empat raka’at.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, 

فَكَانَ لَا يُصَلِّي بَعْدَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ

“Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam pernah tidak sholat sunnah setelah Jum’at sampai beliau pergi, lalu beliau sholat dua raka’at di rumah beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, 

فِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ اسْتِحْبَابُ سُنَّةِ الْجُمُعَةِ بَعْدَهَا وَالْحَثُّ عَلَيْهَا وَأَنَّ أَقَلَّهَا رَكْعَتَانِ وَأَكْمَلَهَا أَرْبَعٌ

“Dalam hadits-hadits ini terdapat anjuran sholat sunnah setelah Jum’at dan dorongan untuk melakukannya. Minimalnya dua raka’at, dan lebih sempurna empat raka’at.” [Syarh Muslim, 6/169]

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya