SEBANYAK 1.217 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah batal beerangkat ke tanah suci tahun ini. Hal itu menyusul kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang memutuskan meniadakan haji tahun ini akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Hanif Hanani mengungkapkan, rencananya jumlah calon jamaah haji Sragen yang akan berangkat tahun ini tercatat sebanyak 1.271 orang.
Namun, karena pemerintah RI sudah memutuskan meniadakan ibadah haji tahun ini, otomatis mereka tidak bisa berangkat ke tanah suci.
Baca juga: Menag Segera Kirim Surat Resmi ke Saudi Terkait Pembatalan Kirim Jamaah Haji
“Otomatis nanti kuota yang harusnya berangkat tahun ini, ditunda dan akan diberangkatkan tahun depan,” ujar Hanif, melansir laman KRjogja, Rabu (10/6/2020).
Bagi calhaj yang punya sisa setoran dan akan diambil, Kemenag sudah menyiapkan mekanismenya. Namun kata Hanif, pengambilan itu hanya bisa dilakukan jamaah yang sudah melakukan pelunasan. Sedangkan yang belum pelunasan, tidak bisa ditarik.
“Kalau yang masih setoran, kalau mau diambil maka hilang hak dia naik haji. Yang ada sisa setoran, bisa diambil, uang sudah kita siapkan kalau memang mau diambil,” terang Hanif.
Sementara itu, staf bagian Haji dan Umroh Kantor Kemenag Sragen, Fandi Adia Tama mengungkapkan, calon jamaah haji asal Sragen yang seharusnya berangkat tahun ini rencananya akan diberangkatkan pada dua tahap. Sebanyak 1.131 jamaah di tahap satu dan 78 orang lainnya di tahap dua.