New Normal, Momentum Kembali ke Fitrah Manusia untuk Kehidupan Lebih Baik

, Jurnalis
Rabu 10 Juni 2020 16:59 WIB
Din Syamsuddin (Okezone)
Share :

PEMERINTAH menyatakan Indonesia akan memasuki era kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebutkan new normal bagi umat Islam harus jadi ajang refleksi diri dan momentum kembali ke fitrah manusia.

“The New Normal dalam kaitannya dengan Idul Fitri ini sejatinya adalah kembali ke fitrah kemanusiaan yang hakiki. Nah, fitrah kemanusiaan kita pahami adalah segenap atau seluruh potensi insani yang ada dalam diri manusia yang berasal dari Sang Pencipta, yaitu kesucian dan kekuatan,” kata Din dalam Silaturahim Ba’da Idul Fitri 1441 H Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Bandung, Rabu (10/6/2020).

Din menerangkan bahwa fitrah kemanusiaan memiliki dimensi ganda, yaitu kesucian dan kekuatan. Jika keduanya dikembangkan secara simultan maka akan melahirkan insan fitri, yaitu manusia dengan kepribadian suci dan kuat. Inilah kepribadian orang-orang yang bertakwa yang merupakan tujuan ibadah-ibadah Ramadan.

Baca juga: Fakir Miskin Punya 5 Kemuliaan yang Tidak Ada pada Orang Kaya

“Dimensi kedua dari fitrah itu adalah kekuatan atau potensi, yaitu berupa daya kekuatan insani yang langsung dari Sang Pencipta yang pararel dengan sifat-sifat nama kebaikan Allah SWT yang kita kenal dengan asmaul husna. Maka jika fitrah kemanusiaan ini kita kembangkan, lahirlah manusia kuat, manusia hebat. Karena itu, saya memahami, The New Normal adalah back to normal, back to fitrah kemanusiaan,” jelas Din seperti dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.

 

Bagi umat Islam, kata Din, perlu menyadari bahwa saat ini banyak manusia tanpa kemanusiaan. Bahkan tidak sedikit manusia yang tergelincir ke titik nadir kemanusiaannya. Din menilai bahwa manusia yang kehilangan kemanusiaannya merupakan contoh paling ideal yang termaktub dalam QS. At-Tin ayat 6, yaitu asfala safilin, tempat yang serendah-rendahnya.

“Bagi kita kaum beriman, tidak hanya berada di bawah garis batas kenormalan manusia, apalagi terjatuh ke bawah, tapi harus naik ke atas ke yang lebih tinggi dan lebih tinggi. Titik dasar The New Normal adalah kembali ke titik dasar kemanusiaan yang berdimensi ganda: suci dan kuat, maka akan lahir manusia hebat. Itulah insan kamil, itulah insan yang bertakwa,” tutur Din.

Selanjutnya Din menyampaikan pesan agar umat Islam mengamalkan fitrah kemanusiaan itu dalam gerak-gerak yang berkemajuan dan terus menerus. Tidak menjadikan gerak sejarah sebagai proses linear apalagi landai, tapi proses yang bergerak dan berorientasi ke depan.

“Kita harus menyongsong dan mengisi The New Normal yang tiada lain kembali ke fitrah kemanusiaan, adalah dengan menampilkan satu kehidupan yang baik dan terbaik. Bahasa al-Qurannya dalam QS An-Nahl ayat 97, hayatan thayyibah: kehidupan yang baik,” terang Din.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya