5 Cara Muslim Berlindung dari Godaan Setan

Pristia Astari, Jurnalis
Kamis 18 Juni 2020 14:47 WIB
ilustrasi (Foto: Huffpost)
Share :

SETAN menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti roh jahat yang selalu menggoda manusia agar berlaku jahat. Sedangkan secara harfiah setan berasal dari kata syathana dengan arti 'menjauh. Makhluk tersebut dinamakan setan karena dia jauh dari jalan kebenaran (haqq).

Ada pula yang mengatakan bahwa setan dari kata syâtha yang berarti terbakar atau batal. Ibnu Jamir mengatakan, setan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.

Lalu bagaimana caranya kaum muslim agar dapat terhindar dari godaan setan?

Dikutip dalam buku 'Rumah Yang Tidak Dimasuki Malaikat' karya Abu Hudzaifah Ibrahim Halaman 30, berikut cara bagi muslim melindungi diri dari godaan setan:

1. Berbekal ilmu agama

Kita dapat mengenal setan melalui Alquran sebagai risalah yang dibawa baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan memahami pengetahuan tentang setan dalam Alquran maupun Hadits, baik bagaimana cara, tujuan, maupun sarana yang digunakannya untuk menyesatkan manusia, maka Insya Allah kita bisa lebih waspada untuk menghindari tipu dayanya.

Baca juga: Zikir yang Diajarkan Jibril, Berfungsi Menarik Rezeki hingga Mengetuk Pintu Surga


2. Beriltizam (komitmen) terhadap Alquran dan Sunah

Jalan yang paling tepat agar terhindar dari godaan setan adalah dengan bersikap iltizam kepada Alquran dan Sunah Rasulullah dengan mengamalkan keduanya setelah mengetahui dan mendalaminya.

Keduanya datang untuk membawa manusia kepada jalan yang benar, sedangkan setan bersungguh-sungguh untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa,“ (QS. Al-An’am: 153).

3. Istiadzah (berlindung kepada Allah)

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah” (Al-A’raf: 200).

Allah SWT telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan hanya kepada-Nya dari bisikan setan, seperti kalamnya:

Baca juga: Orang-orang yang Memandikan Jasad Mulia Rasulullah

وَ قُلۡ رَّبِّ اَعُوۡذُ بِکَ مِنۡ ہَمَزٰتِ الشَّیٰطِیۡنِ

Artinya: “Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,” (Al-Mu’minun: 97).

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Artinya: "Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku". (Al-Mu’minun: 98).

Istiadzah (berlindung) adalah memohon perlindungan Allah dari kejahatan setan saat berada di berbagai tempat. Misalnya saat hendak memasuki kamar mandi maupun ketika berjima dan sedang marah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya