RASULULLAH Shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan kepada umatnya untuk tidak meniup makanan dan minuman panas. Hal ini dikhawatirkan menularkan penyakit melalui tiupan tersebut. Rasulullah bersabda: "Jangan pernah meniupkan dari mulutmu ke dalam makanan dan minuman," (HR. Thabrani).
Kemudian dalam riwayat hadist lainnya menjelaskan, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian minum, janganlah bernapas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan". (HR. Bukhari 153).
Ternyata sunah Rasulullah tersebut juga dibuktikan secara ilmiah, Seperti dikutip dari buku pintar 'Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah', karya Dr. Nadiah Thayyarah dijelaskan asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, dan berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak meniup minuman atau makanan panas.
Baca juga: 6 Adab Minum Sesuai Sunah Nabi
Untuk itu, semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin tinggi pula asam darah. Normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45.
Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi asidosis. Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, disertai napas yang lebih cepat.
Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri itu dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung. Terlebih, ada mikroorganisme dan kotoran yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran tersebut.