Di samping itu, jaksa penuntut telah membuka penyelidikan atas ujaran kebencian berbasis web terhadap wanita berusia 25 tahun ini. Mobil polisi didapati telah berpatroli di jalan tempat ia tinggal.
Kebencian di media sosial diarahkan terhadap perubahan Romano ke Islam, fakta yang tidak secara terang-terangan mengkritik Al-Shabaab. Dugaan atas kenaifannya dalam melakukan perjalanan ini berujung pada kasusnya yang diduga berakhir pada pendanaan aksi terorisme.
Baca juga: Tidak Ada Istilah Pacaran dalam Islam, Ini Penjelasannya
Menteri Luar Negeri di Maio membantah pernyataan juru bicara Al-Shabaab bahwa gerilyawan telah menerima uang tebusan sejumlah empat juta Euro untuk Romano.
Di Maio, mantan pemimpin anti-establishment 5-Star Movement (M5S) mengatakan bahwa hal-hal buruk yang dibicarakan tentang Silvia sudah melampaui batas. Romano menanggapi kritik yang disasari pada dirinya, dan mengatakan bahwa dirinya memilih untuk menerima Islam tanpa paksaan entitas manapun dan berniat dalam hatinya untuk terus beriman sebagai seorang Muslim.
(Salman Mardira)