MENTERI Agama (Menag) Fachrul Razi menghadiri silaturahmi sekaligus doa bersama di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta Timur. Selain para santri dan kiai, turut hadir para guru lintas agama yakini Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Menag, Fachrul Razi mengapresiasi kehadiran tokoh lintas agama pada kegiatan tersebut. Di hadapan para santri yang diasuh Gus Nuril itu. Ia berpesan tentang wawasan kebangsaan dan kebiasaan kehidupan baru di tengan pandemi. Dirinya juga mengapresiasi kiprah pesantren sebagai tempat para santri meningkatkan iman dan takwa sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
"Umat Islam adalah umat terbesar di bangsa ini. Kalau umat Islam tertinggal, pasti bangsa ini tertinggal. Kalau umat Islam ini maju, pasti bangsa ini maju," ucapnya, menukil laman resmi Kemenag.
"Kalau umat Islam berpecah-pecah pasti bangsa ini berpecah-pecah. Kalau umat Islam teguh, kompak dan berdedikasi tinggi, punya toleransi tinggi, maka akan membawa cita-cita kita bersama menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur," tutur Menag.
Baca juga: Ini Hasil Penyempurnaan Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Madrasah
Di tengah pandemi Covid-19, ia berpesan agar para santri dalam menjalani pembelajarannya tetap menerapkan protokol kesehatan. "Saya harapkan pembelajaran di pesantren dapat berjalan cukup baik dengan tetap memperhatikan ketentuan ketentuan protokol kesehatan," papar dia.
Para ahli memperkirakan pandemi Covid-19 akan berlangsung hingga vaksin penangkalnya ditemukan. Karenanya, Indonesia dan dunia berada dalam peradaban baru, di mana kehidupan berlangsung dengan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga, kegiatan tetap berjalan, baik bekerja, belajar, beribadah dan lainnua, tapi tetap berupaya terhindar dari penyakit.
Ada tiga hal, kata Menag, yang perlu dilakukan. Pertama, berupaya atau ijtihad membasmi Covid dan mencegah penyebaran. Kedua, terus berdoa, memohon kepada Allah agar pandemi segera berlalu, dan ketiga, tawakkal.
Peradaban baru ini sebenarnya bukan hal asing buat umat Islam. Peradaban baru ini menghendaki kebersihan diri dan cuci tangan. Di tengah wabah, umat diimbau tidak kemana-mana dan jaga jarak.
"Itu semua buat umat Islam biasa saja. Islam mengatakan kebersihan itu sebagian dari iman. Mandi memang sangat dianjurkan sebelum sholat, apalagi sholat Jumat," jelasnya.