Hal tersebut dikarenakan dirinya tidu terlalu larut, yang sebelumnya waktunya digunakan untuk menghabiskan nikmat yang Allah beri sehingga ia lupa untuk mengucap syukur kepada Sang Pemberi Nikmat.
“Kebalikannya, justru hal ini dapat mudah ia lakukan ketika sedang diuji oleh Allah. Ia dengan mudah bangkit untuk sholat malam, curhat sujud panjang, hingga menangis dalam doa. Namun ketika Allah kasih nikmat, curhatnya hilang, malamnya lelap, bahkan subuhnya pun juga terlewat. Inilah jika Allah tak membersamai hamba ketika diberi nikmat,” ujar pendiri gerakan Pemuda Hijrah ini.
Hanan Attaki berpesan untuk senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. Janganlah terlena akan kenikmatan duniawi yang telah Allah berikan, karena tentu akan menjadi bahaya jika berlangsung dalam jangka waktu lama, di mana orang-orang merugi ini akan terjebak dalam istidraj.
(Salman Mardira)