Pandangan Islam Terkait Musibah Alam seperti Erupsi Gunung Sinabung

Hantoro, Jurnalis
Selasa 11 Agustus 2020 09:16 WIB
Erupsi Gunung Sinabung. (Foto: Twitter @BNPB_Indonesia)
Share :

GUNUNG Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin 10 Agustus, sekira pukul 10.16 WIB. Erupsi ini lebih besar dibandingkan pada Sabtu 8 Agustus.

Pada erupsi Gunung Sinabung kemarin pagi dilontarkan material vulkanis hingga setinggi 5 ribu meter dari puncak gunung yang berketinggian 2.460 MDPL itu. Sejumlah wilayah di Kabupaten Karo pun tertutup abu vulkanis erupsi Gunung Sinabung.

Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Amalkan Doa Ini agar Terhindar dari Musibah 

Terkait musibah alam seperti erupsi Gunung Sinabung ini, Islam menyatakan itu termasuk sesuatu yang ditakdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Mengutip dari Rumaysho, Selasa (11/8/2020), Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR Muslim nomor 2653)

Apa yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala takdirkan ini tidak ada yang bisa mengelaknya. Dalam sebuah hadis disebutkan:

وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

"Engkau harus tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu dan sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, tidak mungkin menimpamu." (HR Abu Daud nomor 4699, sahih)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi." (Al Fawaid, halaman 94)

Setiap Muslim yang mengalami musibah harus menghadapinya dengan sabar. Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan bahwa bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional. (Lihat ‘Uddatush Shobirin, halaman 10)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

"Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah." (HR Bukhari nomor 1283)

Baca juga: Heboh Awan Tsunami di Langit Aceh, Ini Penjelasan Awan dalam Alquran 

Dijelaskan bahwa ada Kemudahan di balik musibah yang terjadi. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al Insyirah: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al Insyirah: 6).

Qotadah mengatakan, "Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu Beliau mengatakan:

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ

"Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan." (Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya, 24/496)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya