SETIAP orangtua muslim tentu mendambakan anak yang saleh hingga dia dapat senantiasa mendoakan kita. Namun, kesalehan tidak serta merta mudah diperoleh. Setidaknya, ada dua jalan yang bisa ditempuh untuk mendapat derajat kesalehan.
Dikutip dari laman muslim.or.id, jalan pertama ialah melalui taufik yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk hidayah, pertolongan, bimbingan, dan kemudahan dariNya. Sebab, Allah merupakan Dzat yang Maha memberi petunjuk, sebagaimana firmannya dalam Alquran:
مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً
Artinya: “Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya," (QS. Al-Kahfi [18]: 17).
Lebih lanjut Allah kembali berfirman:
وَاللّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya: “Allah menyeru (manusia) ke Daarussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam),” (QS. Yunus [10]: 25).
Baca juga: Semua Masalah Insya Allah Tuntas dengan Membaca Doa Ini
Merujuk pada kedua ayat di atas, maka hidayah dan perilaku saleh mutlak berada di tangan Allah. Apa yang Allah kehendaki, pasti terjadi. Sedangkan yang tidak kehendakiNya, maka takkan pernah terjadi.
Sehingga yang bisa kita lakukan ialah jangan pernah putus asa untuk terus bermunajat kepadaNya agar diberi taufik dan hidayah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Sedangkan jalan kedua, ialah melalui usaha manusia. Hanya dengan kesungguhan dan kegigihan ia dapat memperoleh kesalehan tersebut. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menggabungkan dua hal ini dalam sabda beliau:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ
Artinya: “Bersemangatlah untuk meraih hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah,” (HR. Muslim no. 2664).
“Bersemangatlah untuk meraih hal-hal yang bermanfaat bagimu”, yaitu dengan mencurahkan segala upaya untuk mencari sebab-sebab yang bermanfaat dan sarana yang mengantarkan kepada keshalihan. Yang dengannya, seseorang bisa meraih kesalehan dan merupakan sebab untuk mendapatkan hidayah. Misalnya, dengan mendatangi majelis ilmu (pengajian), bergaul dengan orang-orang saleh dan sebagainya.
Sedangkan kalimat “Mintalah pertolongan kepada Allah”, maksudnya, bersandarlah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mintalah pertolonganNya, dan senantiasa berharap kepadaNya untuk memberikan kita taufik dan hidayah.