Menjadi anak yatim piatu, kemudian ditinggalkan orang tersayang, rasanya seperti ditusuk pedang. Itulah yang dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW saat berusia 8 tahun. Kematian Abdul Muthalib tidak hanya membuat duka mendalam di hati Nabi Muhammad, tetapi juga pada penduduk Makkah.
Sejak itu, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib hingga masa dewasa. Muhammad adalah anak yang tahu diri. Melihat beban berat yang dipikul pamannya, Muhammad tidak tinggal diam.
Bermodalkan tubuh yang dimilikinya, Muhammad ikut bekerja seperti anak-anak lainnya, tanpa paksaan dan ikhlas membantu keluarga Abu Thalib.
(Vitrianda Hilba Siregar)