Nifsu Sya'ban, Fenomena Saling Memaafkan Tak Perlu Menunggu Momentum

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 29 Maret 2021 12:02 WIB
Saling maaf dan memaafkan. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Meminta maaf atau saling memaafkan kepada sanak, keluarga, dan handai taulan, teman maupun sahabat dan tetangga sudah menjadi tradisi sebagian umat Islam saat menjelang Ramadhan tiba.

Tradisi ini layak dilestarikan. Namun, meminta maaf sejatinya, tidak harus menunggu Ramadhan

Meminta maaf, menurut Ustaz Adi Hidayat, jangan tunda-tunda. "Tidak perlu persiapan. Begitu punya salah langsung minta maaf. Jangan tunggu Ramadhan ," ujarnya

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Baca Juga: Mimpi Basah Saat Ramadhan, Perlu Diteruskan Puasa Atau Tidak?

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS Ali 'Imran: 133)

Muhammad Quraish Shihab menafsirkan, "Lalu bergegaslah untuk melaksanakan amal saleh, agar kalian mendapatkan ampunan yang besar dari Allah atas dosa-dosa kalian! Juga, agar kalian mendapatkan surga yang amat luas, seluas langit dan bumi, yang hanya disediakan untuk orang-orang yang takut kepada Allah dan siksa-Nya."

Baca Juga: Bagaimana Cara Qadha Sholat Setelah Melahirkan

Menurut Ustaz Adi Hidayat, pada dasarnya meminta maaf tidak harus menunggu waktu hendak tibanya bulan Ramadhan . Meminta maaf hendaknya langsung dilakukan pada saat memiliki kesalahan atau kekhilafan.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam (SAW) juga bersabda: 

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

“Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal saleh, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi” (HR. Bukhari no.2449)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya