7 Amalan Utama di Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan dan Dalilnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Rabu 14 April 2021 14:47 WIB
Puasa bulan Ramadhan. (Foto: Freepik)
Share :

Kelima: Banyak Berdoa

Dalam 5 ayat puasa yang terdapat dalam Surat Al-Baqorah: 183-187 terdapat perintah untuk berdoa, yaitu Al-Baqorah: 186, sebagai bimbingan bagi kita untuk banyak berdoa.

Allah ‘azza wa jalla berfirman, 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakanlah bahwa Aku dekat, Aku mengabulkan doa hamba apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi seruan-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapatkan petunjuk.” [Al-Baqorah: 186]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka di setiap siang dan malam Ramadhan, dan bagi setiap muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” [HR. Ath-Thobrani dalam Al-Mu’jam Al-Aushat dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 1002]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, 

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

 “Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: Doa orang tua (untuk anak), doa orang yang berpuasa dan doa musafir.” [HR. Al-Baihaqi dari Anas radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1797]

Keenam: I’tikaf

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, 

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

“Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Tujuan dan hikmah i’tikaf adalah, 

تسليم المعتكف: نفسه، وروحه، وقلبه، وجسده بالكلية إلى عبادة الله تعالى، طلباً لرضاه، والفوز بجنته، وارتفاع الدرجات عنده تعالى، وإبعاد النفس من شغل الدنيا التي هي مانعة عما يطلبه العبد من التقرب إلى الله عز وجل

“Orang yang beri’tikaf menyerahkan dirinya, ruhnya, hatinya dan jasadnya secara totalitas untuk beribadah kepada Allah ta’ala, demi mencari ridho-Nya, menggapai kebahagian di surga-Nya, terangkat derajat di sisi-Nya dan menjauhkan diri dari semua kesibukan dunia yang dapat menghalangi seorang hamba untuk berusaha mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 459]

Ketujuh: Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti melakukan haji bersamaku.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, 

فهي لها فضل عظيم العمرة في رمضان ، والحديث صحيح، فينبغي للمؤمن اغتنام الفرص إذا تيسر ذلك

 "Hadits tentang keutamaan umroh yang sangat besar di bulan Ramadhan adalah hadits shahih, maka sepatutnya bagi seorang mukmin untuk memanfaatkan kesempatan ini apabila ia mampu." [Fatwa Nur 'alad Darb: 956] 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya