4. Melaksanakan Sholat Idul Fitri
Ibnu Abbas mengisahkan bilamana Rasulullah senantiasa keluar rumah bersama istri-istri dan anak-anaknya pada dua hari besar umat Islam yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengajak keluar seluruh istri dan anak-anak perempuannya pada waktu dua hari raya." (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)
Rasulullah lalu melaksanakan salat Id berjamaah bersama keluarga dan umatnya.
"Aku sering salat dua hari raya bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa azan dan iqamat." (HR Muslim)
Nabi Muhammad juga mengakhiri pelaksanaan Sholat Idul Fitri biasanya ketika matahari sudah setinggi tombak atau sekira 2 meter. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.
5. Saling mengucapkan selamat
Sunnah yang baik yang bisa dilakukan ketika Idul Fitri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini dapat dalam bentuk doa seperti dengan ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum" (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari Id (Idul Fitri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, "Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)."
Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. (Fath Al Bari, 2: 446).
Imam Ahmad rahimahullah berkata:
"Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya Id mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minka." (Al Mughni, 2: 250)
6. Mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari Id (ingin pergi ke tempat sholat), Beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang." (HR Bukhari No. 986)
(Vitrianda Hilba Siregar)