3. Anak usia 15–21 Tahun: Perlakukan bak kawan
Memasuki usia remaja menuju dewasa, anak yang berusia 15 hingga 22 tahun harus diberikan pendidikan yang mengajarkan mereka mengenai proses pendewasaan diri.
Pada fase ini anak sudah mulai memahami mengenai norma, perilaku, serta hubungan lawan jenis. Keingintahuan anak akan mencapai puncaknya pada usia tersebut.
Untuk menghadapi hal tersebut, orangtua sebaiknya memosisikan diri sebagai teman bagi sang anak. Bangun kedekatan serta keadaan yang membuat anak nyaman bercerita dengan Anda sebagai orangtua.
Apabila terdapat perbedaan pendapat dan anak melakukan kesalahan, jangan melontarkan kata-kata yang buruk. Biarkan mereka bercerita, sementara orangtua harus menjadi pendengar yang baik serta "kawan" yang bijak dalam memberikan saran.
Bagi anak yang mulai atau sudah mengalami fase pubertas, bimbinglah mereka mengenai pemahaman akan pendidikan gender dan seks yang tepat.
Baca juga: Hari Tasyrik Apa Maksudnya dan Kapan Waktunya?
4. Anak usia 21 tahun ke atas: Bebaskan
Memasuki usia 21 tahun, saatnya Anda sebagai orangtua "pensiun" sebagai pengasuh anak. Anak yang telah memasuki usia 21 tahun ke atas memiliki masa mulai menjalani kehidupan dan dunianya sendiri. Maka peran orangtua di sini adalah memberikan "kebebasan" kepada sang anak dalam membuat keputusan.
Tetap arahkan dan dampingi anak jikalau diperlukan, namun bebaskan mereka untuk memilih pilihannya serta dalam bertindak.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)