Wakil Presiden Ma'ruf Amin Sebut 542 Ulama Wafat Saat Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 12 Juli 2021 22:01 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone/Dok)
Share :

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan hingga saat ini lebih dari 541 ulama wafat di masa pandemi Covid-19. Dari 541 ulama, terdiri dari 451 laki-laki dan 90 perempuan dan ini suatu kehilangan besar.

"Terdiri dari 451 laki-laki dan 90 perempuan, ini juga kehilangan besar, mencetak ulama itu tidak gampang," ujar Ma'ruf Amin saat bertemu secara virtual dengan ulama dan tokoh agama Islam, Senin (12/7/2021).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak ulama dan tokoh agama bersama-sama pemerintah menangani pandemi Covid-19 . Terlebih hingga saat ini telah banyak korban berjatuhan, termasuk ulama.

Baca Juga: Wakil Presiden Ma'ruf Amin Akui yang Usulkan Rumah Ibadah Tidak Ditutup Saat PPKM Darurat

"Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua, saya ingin mengajak semua kiai, ulama habaib, untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang demikian besar dan dahsyatnya," kata Ma'ruf.

Ma'ruf berujar, dirinya menggunakan kata 'bersama-sama' karena pada dasarnya penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat termasuk ulama di dalamnya.

Baca Juga: Sholat Idul Adha di Rumah, Apa Iya Tanda Akhir Zaman?

"Menanggulangi Covid-19 tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Tapi juga termasuk tanggung jawab keagamaan sekaligus. Dua tanggung jawab ini bagian dari pada tanggung jawab ulama," tuturnya.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menerangkan bahwa kebahayaan virus corona sudah luar biasa. Banyak yang menjadi korban dari ganasnya pandemi ini, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan hingga para ulama.

Baca Juga: Gadis Penghafal Al-Quran Meninggal Dunia Saat Bacakan Surat Yunus Ayat ke-4

"Nakes yang wafat karena corona per 6 Juli 2021 telah mencapai 1.000 lebih, tenaga perawat, tenaga dokter 405 orang, untuk jadi dokter itu tidak mudah bukan setahun, dua tahun tapi sekarang banyak yang jadi korban. Tenaga perawat 399 orang, 166 bidan, 43 dokter gigi, 32 ahli tenaga laboratorium dan seterusnya," paparnya.

Di sisi lain, sistem kesehatan di Tanah Air mulai terganggu seperti tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, stok oksigen yang menipis, hingga dampak sistemik lainnya. Kemudian pandemi Covid ini juga menyebabkan permasalahan sosial akibat timbulnya keluarga miskin baru, lalu melorotnya perekonomian nasional.

"Jadi ini nyata, jelas, itulah sebabnya pemerintah melakukan atau menerapkan pemberlakuan apa namanya pengetatan dari pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat sekarang ini," pungkas Ma'ruf.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya