Al Zahrani juga menjelaskan jumlah sampel yang dikumpulkan pada tahun 1442 Hijriah mencapai lebih dari 7.380 sampel yang diambil dari titik pengisian, tempat minum, tangki luar, wadah silinder, troli, dan botol air zamzam.
Selain dari wadah portabel air zamzam di dalam Masjidil Haram dan alun-alunnya, sampel tersebut diambil dari sumur zamzam, stasiun pendingin, tangki air, dan titik pengisian.
Baca juga: Tinjau Vaksinasi di Pondok Pesantren, Jokowi: Untuk Melindungi Santri dari Covid-19
Metode dan perangkat sterilisasi yang sangat canggih digunakan untuk menyaring air zamzam. Saking canggihnya, di sistem sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet untuk membunuh bakteri dan virus.
Al Zahrani menekankan bahwa tes tersebut guna memastikan keamanan jaringan air zamzam dan membuatnya bebas dari mikroba serta polutan.
(Hantoro)