WILAYAH DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari Jumat sore ini dilanda hujan deras disertai petir yang menggelegar. Bagi masyarakat disarankan berlindung agar terhindar dari bahaya yang bisa ditimbulkan. Sebagai seorang Muslim, salah satu caranya bisa dengan membaca doa memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Adapun doa yang bisa dipanjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala ketika turun hujan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’aa
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat."
Baca juga: Yuk Banyak Berdoa pada Jumat Sore Bakda Ashar, Raih 6 Keutamaan Ini
Doa tersebut yang diucapkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika melihat turunnya hujan. Berdasarkan hadis dari Ummul Mukminin, Aisyah Radhiyallahu anha:
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »
Artinya: "Nabi Shallallahu alaihi wassallam ketika melihat turunnya hujan, Beliau mengucapkan, 'Allahumma shoyyiban naafi’aa' (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat)." (HR Bukhari Nomor 1032, Ahmad Nomor 24190, dan An Nasai Nomor 1523)
Baca juga: 20 Doa dan Zikir agar Terhindar dari Varian Omicron
Doa ketika Hujan Lebat
Kemudian ketika turun hujan lebat ada doa tersendiri. Berdasarkan sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun sangat lebat, Rasulullah memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar cuaca kembali menjadi cerah.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memanjatkan doa:
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan)." (HR Bukhari Nomor 1014)