Terungkap, Ini Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad

Rusman H Siregar , Jurnalis
Kamis 13 Januari 2022 11:39 WIB
Habib-habib ulama Indonesia keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Istimewa/Sindonews)
Share :

Ia memberi catatan, tidak semua Sayyid bisa dipanggil Habib. Sebaliknya, setiap Sayid sudah pasti segaris keturunan Nabi. "Sekarang titel Habib itu terjadi degradasi, menjadi panggilan keakraban, untuk akrab," ujarnya.

Habib Zein bin Umar bin Smith berbicara mengenai sejarah orang-orang Hadhramaut dan bagaimana organisasi Rabithah Alawiyah, yang dibentuk pada 1928 di Batavia, dijalankan hingga kini. Dalam keterangannya seperti diceritakan Ustadz Ananda Alhafidz, keturunan Muhammad al Faqih Muqaddam, dibagi menjadi dua.

Baca juga: Terkait Kasus Ardhito Pramono, Ini 5 Dalil yang Jelaskan Haramnya Ganja 

Sosok yang banyak dikenal Syekh Abu Bakar, keluarga Al Attas, keluarga Al Habsy. Satu lagi dari ami (ibu) Faqih Muqaddam itu keluarga seperti Al Hadad, bin Smith –itu semua dari Amir Faqih. Kebanyakan keturunan Faqih Muqaddam masih di Hadhramaut, banyak yang hijrah ke arah India. Mereka ada di Gujarat, dan keturunan inilah yang masuk ke Indonesia lewat Aceh.

Melalui keturunan ini ada juga yang pergi ke Thailand dan Kamboja –ini kebanyakan keturunan dari Abdul Malik. Dikarenakan Abdul Malik itu diangkat mantu oleh raja, dia mendapat titel Al Ahmad Khan. Pergi ke Indonesia lewat Aceh, lalu turun ke Palembang dan kemudian ke Jawa. Keluarga Ahmad Khan ini yang menurunkan Walisanga.

Di Indonesia, para keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ini masuk dengan pendekatan kultur lokal. Diikuti, lalu sedikit-dikit digeser, sehingga tidak terjadi peperangan termasuk masuk kepada kesultanan-kesultanan. Maka jadilah Islam di Nusantara tanpa menumpahkan darah. Diakui sebagai dakwah paling efektif yang pernah ada di dunia. Semuanya bisa lihat, masuk tanpa peperangan.

Dengan perkembangan ini, lalu keturunan-keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ini berasimilasi dengan penduduk setempat. Karena para keturunan Alawiyin dari Haddramaut (keturunan dari Ahmad al-Muhajir) yang datang ke sini, pada saat hijrah, ada yang tidak membawa istrinya, ada yang masih bujang. Kemudian menikah dengan orang-orang setempat.

Baca juga: Ini Biaya Termurah hingga Termahal Perjalanan Umrah Selama Pandemi Covid-19 

Ini kemudian menjadi satu kesatuan yang sempurna. Lalu keturunan-keturunan ini menjadi bagian bangsa ini. Mereka menghormati penduduk lokal dengan sebutan kalimat saudara ibu. Keturunan Rasul, kalau di kalangan keturunan Sayyidina Hasan, dikenal Syarif.

Tetapi di kalangan Sayyidina Husein disebut Sayyid, kalau jamaah namanya Sa'adah. Seiring berkembangnya waktu, kebanyakan Sayid ini dicintai oleh lingkungannya, dicintai oleh murid-muridnya, kemudian dipanggilah dengan sebutan Al Habib. Al Habib itu artinya "yang dicintai".

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya