Akan tetapi apabila adanya haji dan umrah melalui metaverse itu sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan bukan tujuannya untuk pelaksanaan ibadah, maka kegiatan tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan oleh umat.
"Adapun melihat keadaan Tanah Suci, maupun Arafah maupun di Mina lewat virtual, untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan, itu masih memungkinkan," pungkasnya.
Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Heboh Haji Melalui Metaverse, MUI: Bila Menganggapnya Ibadah Maka Bid'ah Dholalah
(Hantoro)