JAKARTA - Perkara mandi junub sebelum sholat tarawih dan berpuasa, di antara para ulama berbeda pendapat mengenai batasan minimal atau hal-hal fardhu atau yang harus dilakukan ketika mandi wajib.
Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan, batasan minimal mandi junub menurut empat mahzab, yakni Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali.
1. Mazhab Hanafi
إن فرائض الغسل ثلاثة: أحدها المضمضة, ثانيها الاستنشاق, ثالثها غسل جميع البدن بالماء
"Sesungguhnya hal fardhu ketika mandi wajib ada tiga: (1) Berkumur-kumur, (2) Istinsyaq (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya), (3) Mencuci seluruh tubuh dengan air."
2. Mazhab Maliki
فرائض الغسل خمس وهي: النية, تعميم الجسد بالماء, الموالات, دلك جميع الجسد بالماء, تخليل الشعر
"Hal fardhu ketika mandi wajib ada lima: Niat, meratakan air ke seluruh tubuh, beruntun (tanpa diselingi perbuatan lain), menggososk seluruh tubuh dengan air, dan menyela-nyela rambut."
3. Mazhab Syafii
فرائض الغسل اثنان فقط, وهما النية وتعميم ظاهر الجسد بالماء
"Hal fardhu ketika mandi wajib hanya dua: Niat dan meratakan air ke seluruh bagian tubuh yang terlihat."
4. Mazhab Hambali
فرض الغسل شيئ واحد: وهو تعميم الجسد بالماء ويدخل في الجسد الفم ولأنف
"Hal fardhu ketika mandi wajib ada satu yaitu: Meratakan air ke seluruh tubuh, bagian mulut dan hidung termasuk dalam bagian tubuh yang harus dicuci." (Al Fiqh alal Mazahib al-Arba’ah: 62–64)