Potensi Zakat di Indonesia dan Pengentasan Kemiskinan

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 11 April 2022 11:35 WIB
Potensi zakat di Indonesia dan pengentasan kemiskinan (foto: istimewa)
Share :

Pengelolaan zakat pada masa Khalifah Abu Bakar, lebih menekankan kepada penegasan membayar zakat. Abu Bakar memerangi orang-orang yang lalai dan enggan untuk membayar zakat, karena pemimpinnya bukan Nabi Muhammad. Bila tidak diperangi, maka ekonomi umat Islam seketika dapat runtuh. Ekonomi menjadi pondasi keberlangsungann sistem masyarakat. Bila sistemnya runtuh, maka syiar dakwah pun juga akan sulit dilanjutkan.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, harta zakat lebih dikelola secara rapi. Ada pencatatan administrasi, juga pelembagaan Baitul Mal. Selain disalurkan langsung kepada mustahiq, dana zakat juga dikelola untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, pemberian gaji kepada petugas pemerintah serta tentara perang, dan lain sebagainya. Pengelolaan zakat yang produktif terbukti mampu mengentaskan kemiskinan dengan baik, tidak lepas dari peranan amil dan lembaga zakat yang memiliki kredibilitas.

Langkah-langkah Memaksimalkan Potensi Zakat di Indonesia dan Pengentasan Kemiskinan

Untuk dapat memaksimalkan potensi zakat di Indonesia dan pengentasan kemiskinan, Sahabat perlu melakukan langkah-langkah berikut ini. Ada dua sudut pandang yang dapat diambil, sebagai amil zakat ataupun sebagai muzaki.

Sudut Pandang Sebagai Amil Zakat

Langkah pertama lembaga amil untuk memaksimalkan potensi zakat di Indonesia dan pengentasan kemiskinan adalah riset. Riset berapa potensi pendapatan zakat yang diperoleh dari suatu daerah. Riset bagaimana kondisi sosial masyarakat sekitar. Riset program pengentasan kemiskinan yang seperti apa yang hendak dikelola. Riset bagaimana sistem yang produktif untuk melakukan pengelolaan zakat secara transparan, efektif, dan efisien.

Langkah kedua, lembaga amil perlu melakukan promosi secara tepat, untuk mengajak umat muslim berzakat. Promosi dapat dilakukan secara dalam online ataupun offline. Tentunya, konten promosi tidak boleh bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan, yakni bagaimana lembaga mengelola zakat dan programnya. Kepercayaan muzaki sangat berharga untuk dijaga.

Langkah ketiga adalah menyiapkan kebutuhan program, serta merealisasikannya dengan baik. Realisasikan dengan organisasi yang saling bekerja sama dan transparan. Program yang dijalani dengan sepenuh hati, tentu akan mendukung terciptanya masyarakat berdaya.

Sudut Pandang Muzaki

Sebagai seorang Muzaki yang menyadari betapa besarnya potensi zakat di Indonesia dan pengentasan kemiskinan dapat dilaksanakan. Tentu, Sahabat ingin ibadah zakatnya bernilai manfaat secara nyata. Oleh sebab itu, Sahabat perlu memperhatikan hal-hal penting sebelum menetapkan akan berzakat di suatu lembaga. Hal pertama adalah riset. Sahabat perlu meriset lembaga zakat yang akan dipilih. Bagaimana visi misi lembaga tersebut? Apa saja program yang dijalani? Apakah laporan keuangan dan laporan programnya dipublikasikan secara transparan? Apakah lembaga zakat ini sudah terdaftar secara resmi di pemerintah? Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan sebaik mungkin.

Setelah riset, Muzaki perlu menghitung nisab harta, serta berapa dana zakat yang harus ditunaikan. Langkah ketiga, sahabat dapat langsung menyalurkan zakat ke lembaga amil yang memiliki program pengentasan kemiskinan, serta memiliki kredibilitas yang baik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Muslim lainnya