وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا.
Artinya: “Manusia diciptakan (bersifat) lemah”.
Logika ini yang digunakan Allah SWT sebagai argument untuk membantah keyakinan orang yang menjadikan Nabi Isa AS dan Siti Maryam sebagai tuhan yang mereka sembah. Dalam penggalan surat al-Maidah, ayat 75 Allah SWT berfirman:
مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ.
Artinya: “Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa Rasul. Ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan”.