Untuk jumlah batu kerikil saat lempar jumrah nafar awal sebanyak 49 butir sampai 12 Dzulhijjah, sementara 70 butir bagi nafar tsani menyelesaikan lontar jumrah sampai 13 Dzulhijjah.
"Ke Jamarat lewat sini (terowongan Mina) sambil bawa batu, masuk terowongan terus keluar sudah Jamarat, kita lempar masuk lagi ke sini (terowongan sebelah), keluar di sebelah sana," katanya.
Agar tidak berdesakan saat lempar jumrah di Jamarat, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tetap mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
"Ini untuk menghindari kepadatan di Jamarat karena pemerintah Arab Saudi sudah menjadwalkan kapan jamaah dari masing-masing negara itu lempar jumrah. Sudah ada jadwalnya," ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)