MAKKAH - Jamaah haji yang sakit akan disafariwukufkan saat wukuf di Arafah. Data terakhir ada 182 jamaah haji Indonesia yang bakal menjalani safari wukuf.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menjelaskan mekanisme jamaah haji saat jalani safari wukuf. Jamaah haji yang disafariwukufkan berangkat paling terakhir setelah jamaah yang lain tiba di Arafah. Keberangkatan dilakukan pada hari Jumat sebelum waktu wukuf dan akan naik bus khusus.
"Nanti terakhir yang gunakan bus hari Jumat, mungkin sekitar jam 10 pagi. Mereka adalah rombongan terakhir yang akan diberangkatkan," kata Budi di Makkah, Kamis (7/7/2022).
Ketika sudah sampai di Arafah, jamaah haji yang disafariwukufkan akan melakukan wukuf kurang lebih satu jam dan kemudian kembali ke KKHI untuk perawatan lebih lanjut. Jamaah haji yang disafariwukufkan juga akan ditemani pembimbing ibadah agar bisa dituntun saat melakukan wukuf.
"Mereka semua di dalam bus. Karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk keluar, jadi mereka tetap di bus dan tetap diawasi dokter dan perawat," ujar Budi.
Budi menjelaskan, jamaah yang disafariwukufkan merupakan pasien-pasien dengan penyakit berat seperti pasien post stroke, gagal jantung, hipertensi berat, kanker, gagal ginjal. "Pasien-pasien itu yag kondisinya lemah sehingga tidak bisa safari wukuf mandiri," katanya.
Dari data 182 jamaah menjadi calon peserta safari wukuf, sebanyak 162 jamaah merupakan calon peserta duduk dan 20 jamaah merupakan calon peserta baring. Sebanyak 10 bus sudah disiapkan dengan komposisi 6 bus disiapkan untuk peserta posisi duduk dan 4 bus untuk peserta posisi baring.
(Arief Setyadi )