MINA - Banyak jamaah haji Indonesia yang kelelahan saat lempar jumrah aqabah di Jamarat, Mina.Sebab, jarak dari tenda jamaah di Mina ke area Jamarat kurang lebih 5 kilometer (km) pergi pulang (PP).
Hal ini ditambah lagi kondisi kesehatan jamaah berbeda-beda usai Wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
(Baca juga: Momen Menag Yaqut Cukur Rambut Petugas Haji Usai Lempar Jumrah)
Petugas Pertolongan Pertama pada Jamaah (P3JH) Nuraisah mengatakan, sebagian besar jamaah haji Indonesia kelelahan, dehidrasi dan kram otot saat menuju ke area Jamarat
"Kelelahan, dehidrasi seharusnya bisa mereka pelan-pelan jalannya. Enggak usah harus ikut rombongan," kata Nuraisah kepada Media Center Haji (MCH) di Mina, Sabtu (9/7/2022).
Meski demikian, petugas kesehatan sudah mengimbau kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang merasa kurang sehat untuk tidak melakukan lempar jumrah karena bisa dibadalkan
"Jamaah risiko tinggi (Risti) dokter kloter seharusnya menyampaikan ke jamaah. Dibadalkan saja tapi mereka ingin merasakan seperti apa lempar Jumrah, seperti apa," katanya.
Jamaah haji banyak yang kelelahan di jalur Jamarat untuk melempar jumrah sehingga mereka beristirahat sejenak di pinggir jalur dan sekitar pos layanan kesehatan.
"Kami keliling membawa kursi roda dan air minum, menemukan banyak jamaah yang melelahkan dan dehidrasi terutama yang berusia 50 tahun ke atas," kata koordinator Emergency Medical Team (EMT) Makkah, Erwinsyah.
Dia mengatakan, di pos layanan kesehatan di Jamarat cukup banyak dikunjungi jamaah untuk mendapatkan layanan. Mereka dipasangkan infus dan diberi minum serta semprotan air sampai kondisinya membaik baru kembali ke tenda di maktab mereka di Mina.
Namun biasanya, setelah mengetahui perjalanan ke Jamarat saat lempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah, nanti selanjutnya jamaah haji akan membadalkan lempar jumrah lainnya di hari Tasyrik.
Pihaknya pun sudah menyiapkan alat kesehatan yang lengkap dan kursi roda untuk jamaah haji yang kelelahan meski jumlahnya terbatas.
"Kita menyiapkan kursi roda tapi jumlahnya terbatas. Jadi kita benar-benar memilih yang membutuhkan kursi roda," kata Nuraisah.
Sebelumnya Menag meminta seluruh jamaah haji Indonesia tetap menjaga kesehatan bagi yang kemarin usai menjalankan ibadah wukuf dan hari ini mulai melakukan lempar jumrah.
“Pertama, jamaah harus jaga stamina, jangan lakukan kegiatan yang tidak diperlukan,” ujarnya.
Selain itu, jamaah juga diminta tetap mengikuti arahan petugas dan pembimbing haji.