MAKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai jamaah haji Indonesia tidak mudah dikenali saat beraktivitas di Tanah Suci, khususnya di Masjidil Haram. Hal ini karena simbol-simbol negara yang menunjukkan jamaah haji Indonesia terlalu minim meski jumlah jamaah haji Indonesia terbanyak di Arab Saudi.
"Mungkin karena tidak mudah dikenali meskipun jumlah kita banyak tapi tidak mudah dikenali karena simbol-simbol yang kita tunjukkan tidak banyak," kata Yaqut di Makkah, Rabu (13/7/2022)..
Untuk itu, Menag menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief berserta jajarannya agar simbol-simbol negara Indonesia lebih muncul agar mudah dikenali.
"Supaya diberikan lambang-lambang negara itu supaya mudah dikenali. Terus terang saya ini agak enggak enak hati ketika ketemu orang sini atau tukang sapu (petugas kebersihan) di Masjidil Haram itu ditanya Malaysia? Saya agak gimana gitu rasanya," ujar Menag.
Menag menjelaskan, simbol-simbol negara yang melekat pada jamaah haji Indonesia menjadi salah satu pembahasan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2022. Terlebih lagi persiapan haji sangat terbatas hanya 2 bulan.